Recent Posts

Pages: [1] 2 3
1




CNN Indonesia -- Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menegaskan turis China yang positif terpapar virus corona (Covid-19) terinfeksi setelah berlibur di Bali. Sehingga, ia tidak terinfeksi setelah tiba di Negeri Tirai Bambu, bukan ketika berada di Pulau Dewata.

Terawan menjelaskan kesimpulan tersebut didasari perhitungan masa inkubasi 14 hari sejak turis asal China tersebut meninggalkan Pulau Bali pada 28 Januari.

"Itu positifnya kena di sana (China)," kata Terawan di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Sabtu (15/2), seperti dikutip Antara.

Terlebih, lanjut dia, hingga saat ini belum ada satu pun warga di Bali yang terindikasi terjangkit virus yang pertama kali merebak di Wuhan tersebut.

"Sampai hari ini, paling tidak kalau dihitung sejak 28 Januari itu sudah 18 hari. Lalu tidak ada sesuatu yang menggejala di sana (Bali). Artinya apa, pasti tidak ada," kata dia.

Informasi pertama yang menerangkan warga negara China positif terjangkit virus Corona setelah berkunjung ke Bali berasal dari otoritas Provinsi Anhui, China, yang dimuat secara resmi di administrasi Anhui, Weibo pada Kamis (6/2).

Saat itu, Pusat Pengendalian Penyakit Huanian melaporkan ada salah seorang pasien bernama Jin terjangkit positif virus corona pada Rabu (5/2) yang disebut bahwa yang bersangkutan sebelum nya telah berlibur di Bali sekitar sepekan, 22 Januari hingga 28 Januari 2020.
(eks)
2
TV Series / (Review) The Mandalorian
« Last post by lisalisa on February 10, 2020, 01:35:23 PM »

Petualangan dari kisah Star Wars sudah puluhan tahun menemani penggemarnya, dimulai dari petualangan Luke Skywalker untuk menjadi seorang Jedi, bertemu dengan berbagai pejuang Rebellion yang melawan Empire untuk ikut menaklukan seorang Jedi yang terperosok kedalam Dark Side, Darth Vader, yang sebenarnya Anakin Skywalker ayah dari Luke Skywalker. Kisah ini menjadi legendaris berbagai macam versi telah dikeluarkan, komik, animasi, film, series dan masih banyak lagi.

Baru – baru ini Star Wars di bawah naungan Disney mengeluarkan series terbarunya yang menceritakan satu suku dalam perang bintang yaitu Mandalorian, sebuah suku dari seorang Bounty Hunter bernama Boba Fett yang muncul pada Episode V: The Empire Strike Back (1980), dia dibayar oleh Darth Vader untuk menangkap Han Solo, dia juga muncul pada Episode VI: Return Of Jedi (1983) di istana Jabba The Hutt. Karakter Boba Fett terkenal karena dingin, jarang berbicara, dan tidak pernah melepaskan helm Mandalorian-nya.

Serial The Mandalorian, berlatar belakang lima tahun setelah Episode VI: Rturn Of Jedi (1983), menceritakan kesatria Mandalorian bernama The Mando (belum diketahui nama sebenarnya, karena belum disebutkan dalam episode), diperankan oleh Pedro Pascal, setelah era Boba Fett dan Janggo Fett dalam trilogy awal Star Wars. The Mandalorian adalah zaman dimana setelah jatuhnya masa Empire dan sebelum munculnya The First Order.

Serial yang diputar di Disney+ dan diproduksi oleh Disney, masih masuk dalam Star Wars Universe yang berarti masih berkaitan dengan trilogy terbaru. Mungkin kelanjutan serial ini berpengaruh kedalam cerita trilogy terbaru dalam terciptanya The First Order.



Episode pertama The Mandalorian, The Mando seorang Bounty Hunter mendapat rekomendasi dari seseorang bernama Greef Karga untuk mendapatkan sebuah misi dari pasukan pecahan Empire yang sepertinya ingin membangkitkan lagi masa kejayaannya. Dalam misi ini The Mando ditugaskan mencari sebuah aset dalam keadaan hidup, dan dibayar menggunakan logam Beskar, logam asli suku Mandalorian yang biasa dijadikan armor karena eksistensinya bisa menghalau tembakan blaster maupun tebasan lightsaber. Misi ini membawa The Mando berpetualang melintasi berbagai rintangan yang sulit.



Seperti film Star Wars yang sebelumnya, The Mandalorian memberikan grafik yang memanjakan mata, cinematography yang tidak meninggalkan cirikhas klasik dari transform framing ke framing, ala Star Wars, membuat series ini benar – benar sebuah masadepan dari serial Star Wars. Setelah memanjakan mata, penonton disuguhkan dengan spesial illustrasi di bagian kredit, menjadikan serial ini bisa terbilang sangat baik di point grafik dan cinematography.

Dari sudut pandang musikal The Mandalorian, memberikan scoring musik yang terkesan “tribe”, cukup berbeda dengan scoring musik Star Wars yang lain. Sepertinya scoring musik yang di komposeri oleh Ludwig Goranson, telah menggambarkan bahwa serial ini ingin menceritakan suku Mandalorian yang mempunyai budaya begitu kuat dalam fantasi perang bintang. Sebelumnya Ludwig Goranson, memenangkan Academy Award for Best Original Score pada 2018, dalam film Black Panter keluaran Marvel Cinema Universe.

Sejauh ini The Mandalorian telah berjalan dua episode, pada Episode II: The Child, The Mando membawa aset hidup berupa makhluk kecil seperti Master Yoda, untuk diberikan ke para Empire yang membayarnya.  Bayi seperti Master Yoda ini diceritakan pada episode dua sudah mempunyai kesaktian mengakat seekor binatang seperti badak di saat The Mando mengambil sebuah telur untuk menukarkan partisi pesawat kepada para Jawa. Master Yoda yang telah mati pada Return Of The Jedi di usia 900, adalah karakter yang masih misterius latar belakang sejarahnya, dan asal – usulnya. Apakah The Mandalorian akan menjelaskan beberapa asal – usul dari Yoda untuk episode kedepannya?



3
Film Asia / (REVIEW) Train To Busan
« Last post by lisalisa on February 10, 2020, 12:01:21 PM »
“Being human is given, but keeping humanity is a choice.”


"Apa bagusnya hidup di antara manusia yang pada mau menang sendiri, di lingkungan yang berlomba antara makan atau dimakan? Well, enakan jadi zombie, at least mereka makan bareng-bareng.
Kurang lebih itulah yang dikatakan oleh Train to Busan lewat subplot nenek-nenek, salah seorang penumpangnya yang memilih menjadi zombie demi menjaga kemanusiaannya."


Secara tematis, Train to Busan memang film yang kuat. Bukan hanya sekedar tentang pesta pora zombie di dalam kereta api. DRAMA FILM INI DITULIS DENGAN PENUH PERHITUNGAN. Tadinya, film ini kubiarkan fly below my radar. Aku enggak ngikutin korea-korea, dan walau people have been urging me to watch this, aku hanya sekedar angkat bahu, “yea nanti aku tonton”. Barulah setelah my sister told me kalo menurutnya film ini lebih bagus daripada Shaun of the Dead, aku jadi penasaran untuk segera menonton.

We follow seorang bapak yang ‘terpaksa’ ngikutin keinginan ulangtahun putri kecilnya untuk ke Busan, menemui istrinya. Clearly keluarga mereka udah pisah dan si putri sangat sedih dan terpukul karenanya. Dua anak beranak ini berangkat naik kereta api, tanpa menyadari a massive zombie outbreak sedang melanda Korea Selatan. And one of the infected has actually on board the train with no one noticing.



Meski konteksnya bencana nasional, this was a HIGHLY EFFECTIVE CONFINED-SPACE THRILLER. Sensasi terperangkap berhasil digenerate dengan sangat baik. Ngeri, tegang, emosi, dan serunya numplek jadi satu. Suspens dan drama sambung menyambung kayak gerbong yang enggak putus-putus. Sebelum kereta berangkat, kita briefly diperlihatkan siapa saja penumpang cerita horor ini. Ada rombongan remaja sekolahan, ada kakak-beradik nenek-nenek, ada pria eksekutif, ada si bongsor bareng istrinya yang hamil, ada gelandangan, ada pegawai-pegawai kereta api, lengkap deh, everyday crowd yang biasa kita jumpai di stasiun. Aku suka gimana film ini dengan excellent mengisolasi karakter-karakter yang mereka punya tersebut setiap saat. Suddenly para karakter – yang tadinya tidak saling kenal, tadinya saling cuek, saling sinis malah – have to paired up, berganti-ganti, again and again! Dari unlikely pairings tersebutlah relasi antarpenumpang terdevelop dengan baik. Kita lihat mereka bekerja sama, some of their tactics actually kreatif. Menggunakan terbatasnya tempat dan satu peraturan unik film ini; para zombie buta total di dalam gelap, to their advantages.

Speaking about the zombies, para mayat hidup di film ini, well, bagian menariknya adalah orang-orang enggak harus mati dulu setelah digigit untuk tertular menjadi zombie. Cuma butuh kena gigit dan voila.. beberapa menit kemudian mereka akan mengejar daging manusia segar. So tidak tepat buat kita mengatakan mereka ini mayat hidup. Zombie-zombie di film ini ganas, mampu berlari dengan badan yang patah-patah, berdarah-darah, namun mereka enggak terliat begitu menjijikan. Sepertinya di Korea semua hal harus kinclong, even monsters haha.. Earlier scene nunjukin kalo wabah zombie di negara ini berawal karena sort of kebocoran nuklir. Satu lagi yang menarik adalah kita lihat binatang juga terjangkit dan jadi zombie, yang mana berarti tingkat kesulitan untuk survive di luar sana menjadi incredibly hard, nowhere’s safe.



Tadinya aku ragu they would overdo the drama. Soalnya sepuluh menit pertama aja kita udah disuguhin sama adegan mobil direm mendadak, dua kali! Tapi ternyata dramanya enggak lebay-lebay amat kok. Airmata akan selalu ada jika kita melihat orang terdekat kita digerogoti hidup-hidup dan later giliran kepala bermata putih miliknyalah yang kita getok sekeras mungkin pake tongkat baseball. Paling enggak, cerita karakter-karakternya tidak dipaksakan. Kita dikasih liat masing-masing penumpang, we learn about them as the story moves on. And it’s just amazing how they write each of them off. SETIAP ADEGAN MATI MEMILIKI ARTI. Ada kontribusinya untuk drama, untuk kemajuan narasi.
Wajar dalam film zombie, the most likeable character will die, apalagi di genre drama kayak gini. Kita sudah mengharapkan itu, malah. Its just the right thing to do. Dan film ini did great job at building such characters.

Aku enggak ngikutin showbiz Korea, jadi aku enggak tahu kiprah para aktornya. Buatku, mereka di sini adalah pemain yang sama sekali baru. Ini adalah ulasan aku sebagai penggemar film zombie. Dan aku menemukan bahwa plot tokoh utamanya worked out really nicely. Tadinya dia selfish banget. Secara performance, Yoo Gong mainin Seok Woo lumayan annoying. Di awal-awal dia tidak begitu compelling sebagai tokoh yang harus kita dukung. Apalagi anaknya yang selalu bermuram durja. Tapi si anak alami banget di adegan-adegan terakhir, I guess yang Soo-an lakukan di momen-momen penghabisan adalah alasan utama dia dicast dalam film ini hahaha.. I mean, her crying act was really good. Anyway, balik ke plot tokoh utama; Si Bapakbapak Eksekutif, could be Seok Woo’s future. But in the end the movie beautifully turns that jerk into our protagonist former-self. Yeah, monster yang terburuk, lawan paling mematikan tak jarang adalah manusia itu sendiri.


"Seberapa jauh orang akan melakukan sesuatu demi kepentingan diri dan golongannya? Dalam pandangan Seok Woo, justifikasinya adalah dia melakukan pengorbanan demi anaknya. Pengusaha terlihat egois parah, liat saja si Bapak Eksekutif yang dibenci semua orang, namun mereka melakukannya karena punya keluarga. Punya sesuatu yang menjadi tanggungjawab as they will do anything to provide the best, even if sesuatu itu adalah kemanusiaan dirinya. Dengan begitu, apakah tidak memiliki apa-apa adalah jawaban terbaik? Apakah benar di jaman modern sekarang jadi gelandangan dipandang lebih mulia? Train to Busan bicara kritis soal kelas sosial dan humanity."

Namun terkadang film ini ASKING TOO MUCH FOR US TO SUSPEND OUR DISBELIEF. Maksudku, there’s no way seorang hamil bisa outrun horde of zombies kemudian naik ke kereta yang sedang berjalan. Lah waktu turun pas keretanya berhenti aja dia kesusahan.. Menonton film ini persis kayak naik kereta api. Begitu aku sudah nyaman dan mulai enjoy the ride, ia berhenti; masuk ke stasiun ‘kebegoan’. Selalu ada momen saat aku mempertanyakan poin-poin majunya narasi film ini. Kayak, kenapa mereka resort to ngancurin pintu alih-alih berusaha menghalau bareng para zombie yang mau menerobos pintu yang satunya? I mean, kalo pintu gerbong dihancurin, apa yang bakal menghalangi mereka dari serbuan zombie di belakang? Itu kayak memilih antara menutup pintu yang di baliknya ada manusia dengan pintu yang di baliknya ada zombie tulen. Dan jika kamu terpaksa dihadapkan pada kejadian seperti demikian, tolong pastikan kalian tidak memilih untuk berada di antara kedua pintu tersebut. Atau, jika putri kecil kalian menghilang, maka apakah tempat pertama kalian mencarinya adalah toilet cowok? Serius, dengan kapasitas seperti itu akan sulit untuk aku mempercayai kata-kata random taksiran ‘hero’ kita soal “zombie gak bisa buka pintu kereta”.

 Entertaining, sungguh seger melihat survival zombie tanpa pake senjata api. Walaupun memang film ini tidak benar-benar memberikan sesuatu yang spesial untuk genre zombie. Performances were fairly well-played. Arahannya memang menonjolkan drama, namun dalam kapasitas masih enjoyable. Suasana berdebar terperangkap dan dikejar-dikejar juga terasa kental sekali, memacu kita untuk enggak betah duduk diem. Tapi aku akan bisa lebih menyukai film ini kalo elemen-elemen poin ceritanya dipikirkan seserius mereka mikirin segi dramanya.

The Palace of Wisdom gives 6.5 gold stars out of 10 for TRAIN TO BUSAN.

 That’s all we have for now.
4
Film Barat / (REVIEW) A Quiet Place: Horor Berkualitas dengan Penyajian Cerdas
« Last post by lisalisa on February 07, 2020, 01:23:14 PM »


Cerita: 8 | Penokohan: 8 | Visual: 8 | Sound Effect/Scoring: 9 | Penyutradaraan: 9 | Nilai Akhir: 8,4/10

Film horor Hollywood kembali menghantui bioskop-bioskop seluruh dunia. Setelah Insidious: The Last Key (2018), kali ini lo bakal diberi ketegangan yang mendalam lewat film horor garapan John Krasinski ini. Berjudul A Quiet Place, film ini bakal ngasih lo kengerian yang enggak terlupakan. Bahkan, cuplikannya pun udah bikin lo deg-degan!

Sinopsis:
Sebuah keluarga tinggal di sebuah tempat terpencil. Mirisnya, mereka harus hidup dalam suasana yang sunyi. Yap, kewajiban mereka adalah selalu menjaga ketenangan. Soalnya, jika mereka membuat suara sedikit pun, akan muncul sebuah entitas misterius yang nantinya memburu mereka. Bahkan, mereka bisa mendapatkan teror tanpa henti jika bersuara atau berkomunikasi dengan anggota keluarga yang lain.


Sinopsis dan cuplikannya aja udah bisa menggambarkan sebagian kengerian filmnya. Yap, film ini dipenuhi kesunyian dan ketegangan yang bisa mengagetkan sewaktu-waktu. Sejak di cuplikannya, mungkin lo penasaran dengan mahkluk yang bakal memburu mereka. Tentunya, rasa penasaran lo bakal terjawab ketika nonton filmnya.

Walaupun enggak diceritakan secara jelas, film ini ngambil latar pascaapokaliptik. Yap, masa depan ketika Bumi dalam invasi makhluk mengerikan. Penggarapan cerita A Quiet Place bisa dibilang sederhana. Soalnya, hanya berfokus pada cara bertahan hidup suatu keluarga. Menariknya, film ini sebagian besar diceritakan dalam kesunyian.



Saking sunyinya, 95% dialog antara pemainnya menggunakan bahasa isyarat. Enggak boleh ada suara sekecil apa pun. Bahkan, langkah kaki pun harus pelan-pelan. Lo bahkan bisa dengar suara air yang lo teguk pas nonton. Jadi, bisa lo bayangin, ‘kan, bagaimana sepinya film ini?

A Quiet Place bakal jadi tontonan horor dan thriller yang segar. Soalnya, selain kengerian, lo bakal disuguhkan nuansa teka-teki pada tiap adegan. Namun, enggak ada kejutan alias twist plot dalam cerita. Alurnya mengalir begitu aja. Uniknya, lo bakal dikasih tahu cara-cara meredam suara dengan benda-benda atau perilaku para pemain.


If they hear you, they hunt you.

Film horor enggak lengkap tanpa adanya jump scare. Tensi lo bakal dibikin naik-turun. Bisa dibilang, jump scare film ini hampir menyamai Insidious (2010) yang enggak ngasih kendor. Lo bakal frustrasi sekaligus penasaran ketika nonton. Bisa dibilang, Krasinski berhasil menggarap kengerian dalam film ini dengan cerdas.


Segi horor yang berkualitas juga dilengkapi dengan unsur drama yang kuat. Emosi lo bakal terbawa dengan premis suatu keluarga yang saling menjaga. Ada topik-topik mengenai kepercayaan, kasih sayang, dan rela berkorban yang bakal menyentuh sanubari lo.

Yap, perjuangan seluruh anggota keluarga ini bakal bikin lo bersimpati sama mereka. Kalau dihitung, film ini hanya terdapat delapan pemain, termasuk figuran. Krasinski sendiri, selain sebagai sutradara, juga memerankan sosok ayah bernama Lee Abbott. Lalu, ada Emily Blunt sebagai Evelyn Abbott, sosok ibu. Keduanya berhasil membangun chemistry yang kuat. Tentu hal itu enggak terlepas dari kehidupan mereka sebagai suami-istri di dunia nyata.



Selain mereka berdua, hadir anak-anak Lee dan Evelyn yang diperankan dengan baik oleh para pemerannya. Millicent Simmonds berperan sebagai Regan Abbott, Noah Jupe sebagai Marcus, dan Cade Woodaward sebagai Beau. Sedangkan, tiga pemain lainnya hanya sebagai figuran. Sepi, ‘kan?

Film berdurasi 90 menit ini menyajikan sinematografi yang keren. A Quiet Place membuktikan bahwa kengerian enggak hanya terjadi saat malam atau keadaan gelap. Saat siang hari dan dalam keadaan terang pun bisa aja suasana mencekam dan teror melanda.



Segi efek suara enggak perlu diragukan lagi. Meskipun hanya 40% nada atau musik yang diperdengarkan, film ini udah sukses bikin lo tegang sepanjang film. Enggak perlu nada-nada menegangkan layaknya waralaba Insidious dan The Conjuring, A Quiet Place siap ngasih nuansa horor sepanjang film.

Sebelumnya, Krasinki menyutradarai Brief Interviews with Hideous Men (2009) dan The Hollars (2016). Keduanya sama-sama film drama komedi yang jauh beda dengan A Quiet Place. Krasinski juga ikut berpartisipasi dalam menulis naskah serta menjadi aktor utama. Namun, dia enggak sendiri. Soalnya, dalam penulisan naskah, dia ditemani oleh Bryan Woods dan Scott Beck.



Kesuksesan Krasinski  dalam film ini enggak hanya dari sisi jump scare dan scoring, tapi juga dari sisi cerita. Jika dilihat lebih jauh, Krasinski menyajikan cerita bukan untuk ngasih tahu akar permasalahan keberadaan makhluk tersebut. Justru, film ini menekankan soal keluarga yang harus bertahan dari serangan tersebut dengan singkat dan enggak bertele-tele.

Sejak tulisan ini dibuat, A Quiet Place dapat rating 8,4/10 dari IMDb dan 100% di Rotten Tomatoes. (Rating bisa berubah sewaktu-waktu.)

Kalau lo suka film horor, apalagi horor-thriller yang isinya bukan hantu, film A Quiet Place bisa banget jadi pilihan. Ajak aja gebetan lo buat pamer keberanian. Namun, kalau takut nonton sendiri, mending lo ajak teman-teman atau keluarga buat menikmati tayangan horor yang cerdas dan segar ini.

Mau mencoba tayangan horor dengan sensasi kesunyian satu bioskop? Segera langkahkan kaki lo ke bioskop. Soalnya, A Quiet Place udah bisa lo tonton sejak 3 April 2018 di bioskop seluruh Indonesia.
5
Online Games / Rekomendasi situs main judi poker online indonesia
« Last post by lisalisa on February 04, 2020, 03:09:15 PM »
Poker Online Di Indonesia
Di internet kamu dapat menghasilkan uang dengan mudah. Kamu dapat memainkan permainan online poker melalui website idn poker dengan bantuan CS 24 jam kamu tidak akan mengalami kendala, karena mereka siap membantu kamu dalam kendala yang kamu alami, atau sekedar bertanya info promo poker terbaru. Di Situs poker indonesia ini kamu dapat bermain di rumah kamu bahkan di saat kamu sedang tidak dirumah. dikarenakan kamu hanya butuh akses internet dan laptop saja.

Jika Kamu ingin mendapatkan promo dan bonus pastikan kamu selalu cek website gmplay.asia setiap hari. Jadi jangan sampai kamu ketinggalan promo poker terbaik yah. Untuk deposit kamu juga tidak dibikin rumit, langkah-langkahnya cukup mudah. begitu juga saat kamu ingin withdraw, semua aman dan privasi. Jangan lupa rekomendasikan situs poker online kita keteman-temanmu.
6
Online Games / Re: Fortnite Battle Royale
« Last post by Administrator on February 04, 2020, 02:26:13 PM »
7
Mobile Games / (REVIEW) Mobile Legends: Adventure
« Last post by KeluargaIr.Van on February 04, 2020, 02:14:15 PM »
Genre: RPG
Developer: Moonton
Publisher: Moonton
Release Date: 31 July 2019


Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) enggak bisa dimungkiri telah berhasil mendapatkan sambutan yang besar di Indonesia. Sejak dirilis pada 2016 lalu, MLBB masih menjadi salah satu game terpopuler di Indonesia hingga saat ini.

Melihat besarnya antusias gamers terhadap MLBB, Moonton selaku pengembang enggak disangka-sangka telah menyiapkan sekuelnya. Spesialnya, sekuel yang diberi judul Mobile Legends: Adventure ini bukan hadir dalam genre MOBA, loh.




Gameplay yang Jauh Lebih Sederhana dari Pendahulunya



Walau disebut sebagai sekuelnya MLBB, Mobile Legends: Adventure sama sekali enggak mengusung genre yang sama dengan game pertamanya. Yap, sekuelnya hadir dengan genre RPG, loh. Kalian enggak perlu khawatir. Berbagai Hero favorit kalian tetap bisa kalian temui di game ini.

Selain mengangkat genre yang berbeda, Mobile Legends: Adventure juga menghadirkan gameplay yang enggak sama dengan MLBB. Kalian enggak akan menemukan gameplay yang kompleks dan taktis seperti versi MOBA-nya. Di game ini, hampir sebagian besar gameplay-nya dapat berjalan secara otomatis.

Moonton mengembangkan Mobile Legends: Adventure sebagai idle RPG. Itulah sebabnya, kalian enggak perlu susah payah menggerakkan atau mengeluarkan skill karakter yang kalian miliki. Sistem upgrade karakter dan bagaimana kalian mengatur formasi tim menjadi poin utama di game ini. Setelah mengatur kedua hal tersebut, biarkanlah karakter kalian yang bertarung sendiri.


Sistem Rank Tetap Dipertahankan



Apa, sih, yang membuat MLBB dan game kompetitif lainnya begitu digandrungi para gamer? Yap, sistem Rank-nya. Dengan sistem tersebut, kalian bisa menunjukkan diri kalian sebagai pemain terbaik di antara teman, bahkan di antara seluruh pemain MLBB di seluruh dunia. Oleh sebab itu, para pemain MLBB pun berlomba-lomba untuk bisa menaikkan peringkatnya setinggi mungkin.

Ngaku, deh, siapa yang sampai saat ini masih belum bisa mencapai Mythic di MLBB? Nah, daripada frustrasi karena enggak bisa nyampe Mythic, kalian mungkin bisa beralih ke Mobile Legends: Adventure. Walau bergenre RPG, bukan berarti Moonton enggak bisa menghadirkan sistem Rank di game ini.

Sistem Rank di Mobile Legends: Adventure hadir di mode Arena. Semua tingkatan Rank yang ada di MLBB, mulai dari Warrior hingga Mythical Glory, bisa kalian capai di mode PvP tersebut. Syarat utama agar Rank kalian terus menanjak di mode ini adalah dengan terus meng-upgrade karakter yang kalian miliki.

Semakin kuat karakter yang kalian miliki, maka semakin sulit musuh untuk menyalip Rank kalian. Berhubung pertarungannya berjalan otomatis, kalian tinggal atur formasi tim yang paling kuat. Walau kalian enggak standby di Arena, pertarungan kalian dengan pemain lain akan berjalan sendiri. Begitu masuk ke Arena, kalian bakal menerima laporan kemenangan atau kekalahan tim kalian.



Tampilan Visual ala Anime



Jumlah RPG mobile sudah enggak terhitung banyaknya. Tiap game juga punya cerita dan dunia yang berbeda-beda. Namun, jika kalian perhatikan dengan saksama, ada satu hal yang membuat kebanyakan RPG mobile terlihat serupa, yaitu pengguanaan art style ala anime.

Ternyata, art style ala anime juga diterapkan Moonton ke Mobile Legends: Adventure. Di game ini, karakter favorit kalian pun enggak tampil segahar di MLBB. Walau secara tampilan sedikit dimodifikasi, berbagai animasi skill tiap Hero masih dipertahankan di game ini. Misalnya, kalian tetap bisa melihat bagaimana Kaja menarik musuh atau Aurora yang menjatuhkan bongkahan es.

Selain mempertahankan tampilan dasar dan animasi skill, Moonton juga memasukkan dialog khas tiap Hero di Mobile Legends: Adventure. Pengisi suaranya pun sama persis dengan pengisi suara MLBB. Sayangnya, enggak semua Hero kebagian dialog khasnya. Masih ada beberapa Hero yang sama sekali enggak berbicara saat dia mengeluarkan Ulti-nya.


Sistem Otomatis yang Memudahkan Pemain



Tanpa sistem combat yang kompleks dan taktis, Mobile Legends: Adventure tentunya mudah dipelajari oleh siapa saja. Kalian enggak akan menemukan sistem kontrol di game ini. Soalnya, semua berjalan secara otomatis. Satu-satunya hal yang bisa kalian kendalikan adalah saat karakter mengeluarkan Ulti.

Salah satu hal yang cukup mengejutkan adalah Moonton cukup dermawan membagi-bagikan reward di Mobile Legends: Adventure. Selain dari Event dan Quest, game ini menghadirkan fitur Instant Rewards yang aktif membagikan reward dalam jangka waktu tertentu. Lalu, ada fitur Idle Rewards yang terus memberi reward walau kalian enggak aktif main game ini.

Dengan berbagai reward yang melimpah, kalian seakan enggak dipaksa untuk melakukan mikrotransaksi di game ini. Penganut paham free-to-play sejati pun enggak perlu khawatir untuk memainkan Mobile Legends: Adventure. Selagi kalian enggak ngebet mencapai Mythical Glory, rasanya enggak perlu menghambur-hamburkan uang di game ini.



Tertolong Nama Besar MLBB



Sebelum main Mobile Legends: Adventure, sebaiknya kalian jangan memasang ekspektasi yang terlalu tinggi. Game ini dikembangkan untuk dimainkan secara santai jadi jangan harap kalian bakal menemukan pertarungan intens ala MLBB di Mobile Legends: Adventure.

Sebenarnya, kehadiran game ini bisa jadi angin segar di dunia Mobile Legends. Sayangnya, pasti ada sebagian pemain yang merasa game ini membosankan karena gameplay-nya yang begitu-gitu saja. Apalagi, bagi mereka yang terlanjut melekat dengan gaya bermain MLBB.

Selain mengangkat nama besar Mobile Legends, enggak ada hal yang terlalu spesial di Mobile Legends: Adventure. Dari sisi cerita, game ini menampilkan kisah yang enggak terlalu berkesan. Padahal, Moonton bisa saja “mengeksploitasi” beberapa kisah yang ada di latar belakang tiap karakter di MLBB.


Kalau ingin melihat Mobile Legends dalam kemasan yang berbeda, kalian wajib buat mainin Mobile Legends: Adventure. Sekali lagi, jangan berharap untuk menemukan pengalaman bermain yang sama dengan MLBB. Jika MLBB harus dimainkan saat waktu luang, Mobile Legends: Adventure bisa kalian mainkan di sela-sela aktivitas kalian karena gameplay-nya yang serba otomatis.

Apakah kalian sudah mencoba gamenya? Jangan lupa kasih penilaian kalian di kolom ulasan pada bagian atas artikel ini kalau kalian sudah memainkannya, ya.
8
Walkthough Games / Resident Evil 6 - Walkthrough 30 Detik
« Last post by KeluargaIr.Van on February 03, 2020, 04:23:15 PM »
Sore, kali ini ane mau upload walkthrough terbaru dari ane. Walau hanya 30 detik, semoga agan-agan terhibur dengan gameplay dari ane.
Yuk ditonton yuk gan...


9
Retro Games (Game Jadul) / Resident Evil 4, dan Kenapa Gamenya Sangat Melegenda?
« Last post by KeluargaIr.Van on February 03, 2020, 03:06:54 PM »

Siapa yang tidak kenal dengan Resident Evil? Memulai debutnya sebagai salah satu franchise survival horror klasik, Resident Evil telah berhasil melahirkan banyak mahakarya yang mendapat pengakuan sebagai game horror terbaik di pasaran. Kesan horrornya tidak berfokus pada sosok makhluk halus, melainkan wabah virus yang merubah banyak penduduk menjadi zombie dan melahirkan lebih banyak makhluk mutasi lainnya. Mekanisme gameplay yang ditawarkannya sudah mengalami banyak perubahan mulai dari sudut pandang fixed, third person, hingga akhirnya berubah menjadi first person seperti yang ada di Resident Evil 7.

Jika ada satu game dalam franchise ini yang paling memberikan impresi terkuat bagi gamer veteran maupun pendatang baru, maka Resident Evil 4 pastinya adalah game tersebut. Resmi dirilis untuk PlayStation 2 pada tahun 2005 lalu, Resident Evil 4 tidak hanya menjadi seri paling ikonik di seluruh franchise Resident Evil, namun juga keseluruhan genre action dan horror. Lalu apa sebenarnya yang membuat game ini menjadi sangat melegenda dan tidak terlupakan? Untuk menjawabnya, Kru KotGa sudah merangkum beberapa poinnya yang bisa kamu simak di bawah ini.


Sosok Leon sebagai sang karakter utama


Mungkin sebagian fans veteran Resident Evil sudah mengenal Leon sejak seri keduanya, namun sosok yang khas dengan poni lemparnya ini baru terasa bersinar lewat Resident Evil 4. Tidak lagi bekerja sebagai anggota kepolisian R.P.D., kali ini Leon telah menjelma menjadi agen Secret Service yang jauh lebih berpengalaman. Sebagai agen yang bekerja langsung dibawah pimpinan presiden, dia akhirnya ditugaskan untuk menyelamatkan putri presiden US bernama Ashley Graham yang telah diculik. Leon kemudian dikirim ke sebuah wilayah pedalaman Spanyol, dimana tempat persembunyiaan aliran sesat yang telah menculik Ashley diyakini ada disana.

Dari sinilah petualangan Leon dalam bertahan hidup mulai diuji, dimana dia harus berhadapan dengan banyak sekali bahaya dari penduduk yang terinfeksi virus Las Plagas dan aliran sesat Los Illuminados tersebut seorang diri. Misi yang sangat mustahil memang, namun petualangan heroik dan dramatis yang diperlihatkan Leon sepanjang permainan membuat banyak gamer pada waktu itu sangat takjub. Tidak hanya menjadi pujaan hati banyak gamer wanita karena rupanya yang tampan polem(poni lempar ftw), aksi heroiknya yang yang mengagumkan juga membuat banyak gamer laki-laki menjadikannya sebagai idola.

Alasan lain kenapa Leon menjadi populer juga dikarenakan dia menjadi bintang utama dalam game Resident Evil terbaik kala itu. Tidak punya kekurangan dan akan selalu dikenang sebagai idola sejati, inilah yang membuat Leon serta Resident Evil 4 terasa spesial di hati banyak fans.


Perpaduan elemen horror dan action yang sempurna


Berbeda dari tiga seri sebelumnya yang mempertahankan gameplay dengan sudut pandang kamera statis, Resident Evil 4 akhirnya merubah konsep secara keseluruhan lewat posisi kamera yang tepat berada di bagian belakang karakter (over the shoulder). Hal ini bertujuan untuk memudahkan pemain dalam menembak dan menggerakan karakter dengan refleks yang dapat menunjukkan sisi aksi dominan. Perubahan ini tentunya mengundang rasa khawatir para gamer yang takut akan hilangnya atmosfer horror dari tiga seri sebelumnya.

Tapi setelah gamenya resmi dirilis, banyak fans dan kritikus terkejut dengan kualitasnya yang jauh lebih fenomenal. Tidak hanya masih mempertahankan kesan horror yang dominan, tapi game ini juga jauh lebih brutal dan menegangkan dari yang dibayangkan. Selain gameplay, sisi jalan cerita yang dipenuhi plot twist, momen mengerikan dan aksi keren membuat perpaduan elemen horror dan action yang ditawarkan terasa lebih sempurna dibandingkan game manapun.


Termasuk game paling berpengaruh di era 2000-an


Tidak hanya memiliki kualitas yang sempurna, Resident Evil 4 juga mendapat penghargaan sebagai Game of the Year di beberapa ajang penghargaan pada tahun 2005 lalu. Namun kualitas bukan satu-satunya keunggulan utama dari game ini, karena inovasi Capcom dalam melahirkan sebuah game third person action telah membawa pengaruh besar dalam industri game di tahun 2000-an. Karena pendekatan gameplay yang ditawarkan Resident Evil 4 terasa sangat sempurna, sejak saat itulah konsep tersebut telah menjadi standar wajib bagi game third persona action modern.

Beberapa franchise ternama seperti Gears of War sampai Batman: Arkham bahkan mengambil inspirasi langsung dari Resident Evil 4, dan hasilnya sendiri berakhir dengan kesuksesan manis. Konsep gunplay "Precision Aim" dengan laser sight kemudian juga menjadi inspirasi utama bagi beberapa franchise game action lainnya seperti Dead Space, Grand Theft Auto, ratchert & Clank Future hingga Fallout. Karena inspirasinya yang sangat berharga, tidak heran tentunya jika Resident Evil 4 diakui sebagai salah satu game paling berpengaruh dan terbaik sepanjang masa.

Nah, itulah rangkuman dari beberapa alasan kenapa Resident Evil 4 masih melegenda hingga saat ini. Walaupun sudah terkesan ketinggalan zaman, namun eksistensinya masih bertahan kuat di hati banyak fans dan terbukti masih sangat seru untuk dimainkan. Jika kamu termasuk gamer yang belum mencoba game horror action yang satu ini, ForumUmum pastinya sangat merekomendasikan kamu untuk segera mencicipinya.

(KotakGame)



10
Console Games (Playstation/XBOX) / GHOST OF TSUSHIMA | PLAYSTATION 4 |
« Last post by KeluargaIr.Van on February 03, 2020, 12:01:46 PM »


Pertama kali diumumkan di tahun 2017, game Ghost of Tsushima dari Sucker Punch kini masih dikembangkan. Mereka menjanjikan pengalaman otentik bermain game aksi yang berlatar di Jepang era feodal. Karenanya Sucker Punch banyak berkonsultasi dengan berbagai ahli budaya Jepang untuk menciptakan game yang sangat akurat di detil terkecilnya.

Penasaran seperti apa game Ghost of Tsushima? Simak 5 info menariknya berikut ini!


1. Samurai yang "bangkit dari kematian"



Dalam game ini, kamu bermain sebagai Jin Sakai. Ia adalah samurai yang berdiri di garis terdepan untuk menghalau invasi bangsa Mongol di pulau Tsushima pada tahun 1274. Naas, Jin tidak selamat ketika bangsa Mongol menyerang.

Namun entah karena keajaiban apa, Jin selamat dan kini menjalani misi hidup-mati untuk mengusir bangsa Mongol dari Tsushima. Sebagai seorang samurai terakhir, Jin harus meninggalkan tradisi lama dan menciptakan teknik bertarung yang lebih efektif bagaikan hantu.


2. Menjelajah pulau Tsushima



Ghost of Tsushima, seperti namanya, berlatar di pulau Tsushima. Diapit dua selat yang membatasi Jepang dan Korea Selatan, Tsushima menjadi pintu masuk bagi mereka yang ingin bepergian ke dua negara tersebut. Hal ini pun dimanfaatkan oleh bangsa Mongol untuk menyerang Jepang melalui pulau Tsushima sebagai batu pijakannya.

Kamu bisa menjelajah pulau Tsushima secara bebas. Ada banyak lokasi yang bisa kamu temui mulai dari hutan lebat, padang rumput, desa dan pusat perdagangan, hingga kuil suci. Namun dengan datangnya bangsa Mongol yang membunuh banyak warga tidak bersalah, adalah tugasmu untuk membebaskan pulau Tsushima dari para penjajah.


3. Siapkan taktik serangan sesuai keadaan



Untuk mengalahkan bangsa Mongol, Jin dibekali berbagai alat dan juga kemampuan tarung yang oke. Sebagai seorang samurai, teknik bertarung Jin adalah mengantisipasi serangan lawan lalu memberikan serangan balik saat lawan lengah. Timing jadi kunci penting dalam menghadapi musuh yang jumlahnya beragam dengan senjata bervariasi.

Jika kamu lebih suka menyerang diam-diam, kamu bisa melakukan serangan kejutan yang sangat ampuh. Untuk bersembunyi, kamu bisa memanfaatkan area sekeliling, atau menggunakan grappling hook untuk bersembunyi di atas pohon atau bangunan.


4. Mengumpulkan sekutu



Untuk membantu perjalananmu, kamu bisa merekrut berbagai kawan untuk mempermudah jalannya pertarungan. Salah satu contoh sekutu yang bisa kamu dapatkan adalah pemanah bernama Masako.

Merekrut dan menjaga hubungan dengan sekutumu tidak akan selamanya mudah. Dalam demo gameplay Ghost of Tsushima, kamu akan dipaksa untuk melawan Masako ditengah-tengah gempuran pasukan Mongol. Alasannya? Karena Masako ingin balas dendam kepada seorang biksu yang harus dilindungi oleh Jin.


5. Rilis musim liburan 2020



Ghost of Tsushima akan rilis secara eksklusif di PS4 pada musim panas 2020. Game ini pastinya cocok banget buat kamu yang ingin menghabiskan masa liburan!

Apakah kamu nggak sabar untuk memainkan Ghost of Tsushima?
Pages: [1] 2 3